Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 April 2019


KETERAMPILAN YANG HARUS DIMILIKI SEORANG GURU

Nur Arifinza D.W., S.Pd
SMPN 1 Pasean

Pada hari ini, hari minggu tanggal 7 april 2019 saya mengikuti diklat seminar yang di adakan oleh grup guru dahsyat nasional atau kita kenal GGDN. Mungkin barang kali sebagian guru yang lain hari minggu merupakan hari khusus untuk bersantai atau bercengkrama dengan keluarga setelah enam hari disibukkan dengan ruinitas kerja dan mengajar. Namun pada kesempatan kali ini saya menyempatkan waktu untuk mengikuti seminar online tentang “Guru Cerdas Finansial” yang dibawakan oleh pak Riswanto sebagai narasumbernya.
Namun pada artikel ini yang penulis ingin angkat sebagai pembahasan kali ini bukan pada bagaimana guru mendapat gaji lebih dari kerja sampingan selain dari gaji profesi gurunya, tetapi bagaimana seorang guru harus memiliki keterampilan lebih selain ketrampilan mengajar, yang mana ketrampilan mengajar merupakan suatu kewajiban.

Jumat, 05 April 2019

MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DALAM MENYONGSONG ERA DIGITAL

Nur Arifinza Desi Wardana, S.Pd
Guru IPA SMP Negeri 1 Pasean Pamekasan

Era digital disebut juga era teknologi informasi dan komunikasi, di mana pada era ini semuanya serba berbasis digital. Era digital sangat berpengaruh dalam segala aspek kehidupan, salah satunya pendidikan. Untuk membantu proses pembelajaran dalam memberikan ilmu pengetahuan, guru sangat berperan penting dalam era digital, akan tetapi bagi guru yang tidak mau memperbaharui kompetensinya dan tidak mau beradaptasi terhadap kondisi saat ini, maka akan menjadi beban dan belenggu bagi tugasnya dalam mengajar dan mendidik siswa. Jika guru tidak mau memanfaatkan era digital sebagai sumber belajar, tidak menutup kemungkinan siswanya akan menjadi lebih pintar daripada gurunya, karena siswa sekarang merupakan generasi milineal yaitu suatu generasi yang tidak terlepas dari informasi digital (melek digital).
Rendahnya kualitas guru yang tidak mau belajar dan menambah ilmunya, serta menganggap sudah cukup pengetahuannya dengan alasan sudah banyak pengalaman dapat menyebabkan pembelajaran menjadi monoton. Akibatnya, tidak terjadi pergeseran dunia pendidikan konvensional (tatap muka) ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Artinya guru sebagai produsen dan siswa sebagai konsumen, sehingga proses pembelajaran menjadi statis (satu arah). Guru yang masih pemikirannya seperti ini, menganggap proses pembelajaran harus dengan metode pembelajaran konvensional (ceramah) karena  guru disebut mengajar jika sudah menyampaikan ilmu kepada siswanya.